Anak Semata Wayang
#Flashback#
Pada malam hari ini cuaca di luar sangat dingin karena hujan turun dengan sangat lebat. Seorang gadis kecil yang bernama Syafiyah berada di luar kamar kedua orang tuanya, di sela pintu kamar yang sedikit terbuka Syafiyah melihat kedua orang tuanya yang sedang beradu mulut,tubuhnya bergetar hebat karena ia sangat ketakutan saat mendengar barang-barang dihempaskan ke lantai dan mendengar suara jerit tangis mama nya lalu ke dua orang tua nya saling berkata kasar. Ia sedih dan tidak ada satu pun orang yang melindungi diri nya saat ini, ia butuh seseorang untuk berlindung.
Syafiyah tidak mengerti,kenapa kedua orang tuanya seperti itu,padahal baru seminggu yang lalu ia dan kedua orang tuanya pergi bertamasya ke taman bunga untuk berpiknik dengan perasaan bahagia,namun kali ini sikap kedua orang tuanya jauh berbeda dari satu minggu yang lalu.
"MAMA SAKIT HATI SAMA AYAH KARENA AYAH SELINGKUH DI BELAKANG MAMA! LEBIH BAIK AYAH PERGI DARI RUMAH INI!,"sentak Riana seraya melemparkan pakaian-pakaian suaminya.
"OKE! AYAH AKAN PERGI DARI RUMAH INI!"timpal Rian sembari memasuki pakaiannya ke dalam tas ransel biru.
Syafiyah berdiri tepat di depan pintu kamar kedua orang tuanya begitu melihat sang ayah keluar,ia jatuh berlutut di depan ayahnya dan memohon pada ayahnya agar tidak pergi dari rumah.
"Ayah jangan pergi,di luar lagi hujan. Ayah mau pergi kemana? Kenapa ayah perginya sekarang?"
Rian ikut berlutut di depan anak gadisnya,tersenyum dan menatap anaknya dengan lembut,ibu jarinya terulur menghapus air mata Syafiyah yang tidak berhenti mengalir.
"Ayah harus kerja sekarang,ayah kerja jauh demi kebutuhan kamu sayang."
"Tapi nanti ayah sakit kalau pergi sekarang."
"Ayah gak akan sakit,kalau Syafiyah selalu berdoa buat ayah,"kata Rian.
Rian berdiri,sebelum benar-benar pergi Rian berkata lagi."Sebelum ayah berangkat kerja,ayah mau liat senyum Syafiyah yang cantik supaya ayah semangat kerjanya."
Syafiyah menghapus air matanya dan tersenyum seperti keinginan Rian,lalu memeluk Rian dengan erat. "Ayah harus pulang lagi kesini,jangan lupa berdoa buat aku dan Mama."
Riana hanya menangis mendengar percakapan anak dan suaminya itu. Kini Syafiyah sudah melepaskan pelukan Rian. Untuk yang terakhir kalinya Rian tersenyum pada anak gadisnya sebelum memantapkan hati untuk meninggalkan anak dan istrinya.
"AYAH!AKU MAU IKUT AYAH!"teriak Syafiyah saat Rian melangkah keluar dari rumah.
"Gak bisa! Kamu harus tetap di sini!"kata Riana sambil menahan tubuh Syafiyah.
Ketika di luar Rian tidak bisa lagi menahan tangisnya yang sejak tadi ia tahan, Rian tidak tega mendengar jerit tangis anaknya,namun ia memantapkan hati untuk mengambil keputusannya sendiri.
###
Pada malam hari ini cuaca di luar sangat dingin karena hujan turun dengan sangat lebat. Seorang gadis kecil yang bernama Syafiyah berada di luar kamar kedua orang tuanya, di sela pintu kamar yang sedikit terbuka Syafiyah melihat kedua orang tuanya yang sedang beradu mulut,tubuhnya bergetar hebat karena ia sangat ketakutan saat mendengar barang-barang dihempaskan ke lantai dan mendengar suara jerit tangis mama nya lalu ke dua orang tua nya saling berkata kasar. Ia sedih dan tidak ada satu pun orang yang melindungi diri nya saat ini, ia butuh seseorang untuk berlindung.
Syafiyah tidak mengerti,kenapa kedua orang tuanya seperti itu,padahal baru seminggu yang lalu ia dan kedua orang tuanya pergi bertamasya ke taman bunga untuk berpiknik dengan perasaan bahagia,namun kali ini sikap kedua orang tuanya jauh berbeda dari satu minggu yang lalu.
"MAMA SAKIT HATI SAMA AYAH KARENA AYAH SELINGKUH DI BELAKANG MAMA! LEBIH BAIK AYAH PERGI DARI RUMAH INI!,"sentak Riana seraya melemparkan pakaian-pakaian suaminya.
"OKE! AYAH AKAN PERGI DARI RUMAH INI!"timpal Rian sembari memasuki pakaiannya ke dalam tas ransel biru.
Syafiyah berdiri tepat di depan pintu kamar kedua orang tuanya begitu melihat sang ayah keluar,ia jatuh berlutut di depan ayahnya dan memohon pada ayahnya agar tidak pergi dari rumah.
"Ayah jangan pergi,di luar lagi hujan. Ayah mau pergi kemana? Kenapa ayah perginya sekarang?"
Rian ikut berlutut di depan anak gadisnya,tersenyum dan menatap anaknya dengan lembut,ibu jarinya terulur menghapus air mata Syafiyah yang tidak berhenti mengalir.
"Ayah harus kerja sekarang,ayah kerja jauh demi kebutuhan kamu sayang."
"Tapi nanti ayah sakit kalau pergi sekarang."
"Ayah gak akan sakit,kalau Syafiyah selalu berdoa buat ayah,"kata Rian.
Rian berdiri,sebelum benar-benar pergi Rian berkata lagi."Sebelum ayah berangkat kerja,ayah mau liat senyum Syafiyah yang cantik supaya ayah semangat kerjanya."
Syafiyah menghapus air matanya dan tersenyum seperti keinginan Rian,lalu memeluk Rian dengan erat. "Ayah harus pulang lagi kesini,jangan lupa berdoa buat aku dan Mama."
Riana hanya menangis mendengar percakapan anak dan suaminya itu. Kini Syafiyah sudah melepaskan pelukan Rian. Untuk yang terakhir kalinya Rian tersenyum pada anak gadisnya sebelum memantapkan hati untuk meninggalkan anak dan istrinya.
"AYAH!AKU MAU IKUT AYAH!"teriak Syafiyah saat Rian melangkah keluar dari rumah.
"Gak bisa! Kamu harus tetap di sini!"kata Riana sambil menahan tubuh Syafiyah.
Ketika di luar Rian tidak bisa lagi menahan tangisnya yang sejak tadi ia tahan, Rian tidak tega mendengar jerit tangis anaknya,namun ia memantapkan hati untuk mengambil keputusannya sendiri.
###
Hm...
BalasHapus